Pringsewu, 12 Maret 2025 — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, meresmikan dimulainya proyek perbaikan jalan di ruas Pringsewu – Kalirejo melalui prosesi groundbreaking yang berlangsung di Pekon Rejosari, Kecamatan Pringsewu. Kegiatan ini menandai komitmen pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur guna mendukung konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dalam acara tersebut, Gubernur Lampung didampingi oleh Bupati Pringsewu, H. Riyanto Pamungkas, Ketua DPRD Pringsewu Suherman, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pringsewu. Turut hadir pula Kapolres Pringsewu dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari lingkup pemerintah provinsi maupun kabupaten.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, Muhammad Taufiqullah, menjelaskan bahwa perbaikan jalan di Pringsewu tahun ini akan mencakup tiga ruas utama. Ruas pertama, Pringsewu – Kalirejo, memiliki panjang 2,84 kilometer, dengan 864 meter di antaranya diperkuat menggunakan rigid beton, yang menelan anggaran sebesar Rp12,96 miliar. Ruas kedua, Pringsewu – Pardasuka, memiliki panjang 5,3 kilometer dengan anggaran Rp6,8 miliar. Selain itu, satu unit gorong-gorong juga akan dibangun untuk meningkatkan kualitas sistem drainase di area tersebut. Proyek ini telah dikontrakkan sejak 4 Maret dengan nilai Rp12,66 miliar dan ditargetkan selesai dalam 180 hari kalender.
Taufiqullah menambahkan bahwa perbaikan ini sangat mendesak mengingat tingkat kepadatan kendaraan di ruas jalan tersebut mencapai 7.701 kendaraan per hari. Lalu lintas didominasi oleh sepeda motor, kendaraan angkutan barang, serta kendaraan penumpang. Jalan ini juga menjadi jalur vital yang menghubungkan berbagai sentra produksi pertanian, di antaranya padi dengan produksi mencapai 17.614 ton di Kalirejo, jagung 28.679 ton di Kalirejo, cabai keriting 43.230 ton di Adiluwih, kelapa 1.718 ton di Sukoharjo, serta bawang merah sebanyak 3.894 ton di Pringsewu.
Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan prioritas utama pemerintahannya. Menurutnya, infrastruktur yang baik akan memangkas biaya distribusi hasil pertanian, sehingga berkontribusi langsung pada peningkatan kesejahteraan petani. Gubernur menjelaskan bahwa kondisi jalan yang rusak menyebabkan biaya distribusi melambung tinggi, sehingga harga jual di tingkat petani menurun dan merugikan para petani. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya konektivitas antarwilayah, terutama jalur Pringsewu – Lampung Utara, yang menjadi jalur strategis dalam mendukung distribusi hasil pertanian dan mempercepat arus barang serta jasa.
Proses perbaikan ruas jalan ini diproyeksikan selesai dalam waktu 160 hari, dengan masa pemeliharaan selama 180 hari setelah pekerjaan rampung.
Setelah prosesi ground breaking, Gubernur Lampung melanjutkan kegiatan Safari Ramadan dengan menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga di Pekon Rejosari. Ia juga meninjau pasar murah di Pasar Induk Pringsewu, kemudian melaksanakan buka puasa bersama masyarakat di Masjid Taqwa Pringsewu. Dalam kesempatan tersebut, gubernur turut menyerahkan bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan di wilayah tersebut.
Masyarakat Pringsewu menyambut baik dimulainya proyek perbaikan jalan ini. Mereka berharap pembangunan infrastruktur dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target, agar aktivitas ekonomi serta mobilitas warga semakin membaik dan kesejahteraan masyarakat meni
ngkat.